Konfercab PWNU Pengurus Wilayah Provinsi Kalimantan Barat
Tekankan Pemilihan Bersih dan Bebas Politik Uang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PWNU) Pengurus Wilayah Provinsi Kalimantan Barat menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Cipayung, Pengurus Wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Ahad (18/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penunjukan kepengurusan karateker yang sebelumnya dibentuk untuk mempersiapkan proses konsolidasi dan pemilihan kepengurusan definitif PWNU Pengurus Wilayah Provinsi Kalimantan Barat.
Rais Syuriyah Karteker PWNU Pengurus Wilayah Provinsi Kalimantan Barat KH Muhammad Cholil Nafis menegaskan pelaksanaan Konfercab NU harus terbebas dari praktik politik uang.
Menurut Kiai Cholil, proses pemilihan kepengurusan harus berlangsung secara bersih dan berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama merupakan amanah untuk melayani umat, bukan sarana meraih keuntungan pribadi.
“Yang terpilih nanti harus benar-benar lahir dari pilihan yang bersih. Jangan sampai masa depan organisasi ditentukan oleh uang. Pilihlah sesuai hati nurani dan pertimbangan terbaik untuk NU,” ujarnya.
Untuk memastikan integritas proses pemilihan, Kiai Cholil menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi praktik politik uang dalam bentuk apa pun. Ia bahkan menyatakan bahwa pihak yang terbukti terlibat akan dikenai sanksi tegas, termasuk diskualifikasi.
“Saya sebagai Rais memastikan, siapa pun yang terlibat politik uang akan didiskualifikasi. Kalau sebelum pemilihan ada yang terbukti menerima uang untuk menentukan pilihan, maka hak suaranya dapat dibatalkan dan kalau selesai pemilihan, akan kami batalkan,” tegasnya.
Ia menilai politik uang tidak hanya mencederai mekanisme demokrasi organisasi, tetapi juga berpotensi merusak marwah Nahdlatul Ulama. Karena itu, seluruh peserta konferensi diminta menjaga integritas dan mengedepankan tanggung jawab moral dalam menentukan pilihan.
Selain itu, Kiai Cholil mengingatkan agar dinamika pemilihan tidak menggeser fokus utama organisasi dalam melayani jamaah dan umat.
Menurutnya, persatuan dan semangat khidmah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap proses organisasi.
“Kalau NU sibuk dengan pemilihan ketuanya, nanti kita lupa misi sebenarnya NU. Jadi kalau sudah mendahulukan organisasi daripada jemaahnya, berarti sudah kebalik, NU sudah menjadi modern (tidak tradisional),” pesannya.
Sementara itu, Ketua Karateker PWNU Pengurus Wilayah Provinsi Kalimantan Barat Faisal Saimima menjelaskan bahwa Konfercab semula direncanakan berlangsung sepekan setelah Surat Keputusan (SK) karateker diterbitkan oleh PBNU.
Namun, sejumlah kendala internal membuat pelaksanaannya harus dijadwalkan ulang. “Harapan kami tidak lama, satu minggu setelah kami mengambil SK karateker dari PBNU. Namun dengan ada beberapa hambatan-hambatan internal. Maka dengan segala perhitungan, kemudian kami mundurkan waktu konferensi kita itu menjadi satu bulan,” ujarnya.
Ia berharap Konfercab PWNU Pengurus Wilayah Provinsi Kalimantan Barat dapat
menjadi momentum konsolidasi organisasi
sekaligus melahirkan kepemimpinan yang
memiliki integritas dan mampu memperkuat
khidmah Nahdlatul Ulama di tengah
masyarakat.
(kutip ;
nu-online-Pengurus Wilayah Provinsi Kalimantan Barat )